Perlindungan Yang Aman [Renungan Mingguan Bulan Oktober]

 Perlindungan Yang Aman

 


Yesaya 26:21 (TB)

Sebab sesungguhnya, TUHAN mau keluar dari tempat-Nya untuk menghukum penduduk bumi karena kesalahannya, dan bumi tidak lagi menyembunyikan darah yang tertumpah di atasnya, tidak lagi menutupi orang-orang yang mati terbunuh di sana.

    Ketika kita membaca ayat tersebut, mungkin kita dapat langsung menyimpulkan dengan cepat dan pasti bahwa hampir seluruh penduduk yang ada di dunia dapat dinyatakan bersalah karena hari yang kita lewati ialah jahat (Efesus 5:16). Kehidupan kita di dunia ini tak lepas dari perbuatan dosa, entah karena penipuan, tindakan kasar, pembunuhan, dan lain sebagainya. Namun tahukah kita bahwa Allah kita adalah Allah yang penuh kesabaran dan penuh kelemahlembutan kepada kita dan para pelanggar. Tuhan kita menghadapi kita yang penuh dosa dan tidak taat dengan kasih.

    Tuhan kita memang Tuhan yang penuh belas kasih, namun Ia juga merupakan pribadi yang adil. Lantas bagaimana belas kasih Allah dan keadilan-Nya berpadu dalam keselamatan padahal jika dilihat sekilas keduanya seperti bertentangan? Kedua hal tersebut sebenarnya merupakan satu kesatuan, karena Allah menunjukkan belas kasihnya melalui keadilan. Mengapa demikian? Ketika Kristus mati bagi kita (orang berdosa) Ia juga menunjukkan kebenaran Allah, kematian-Nya di atas salib menunjukkan keadilan Allah seperti yang ditegaskan oleh Rasul Paulus pada Roma 3:24-26.

    Dalam kata lain, semua dosa sejak Adam hingga zaman Kristus berada dalam belas kasih dan Panjang sabar Allah. Dalam belas kasih-Nya, Allah memilih untuk tidak menghukum dosa, karena hukuman yang setimpal bagi dosa adalah keabadian di dalam neraka, namun Allah tidak melakukan hal tersebut dan justru menjanjikan Penebus (Kejadian 3:15) yang tidak lain ialah diri-Nya sendiri.

    Allah adil dan penuh belas kasih dalam menebus dosa, dan Ia juga dapat membenarkan pendosa yang menerima Kristus melalui iman. Dari seluruh pengorbanan-Nya menunjukkan bahwa hanya Ia yang menjadi tempat berlindung yang aman bagi kita. Ketika nanti badai murka Allah terhimpun, hanya mereka yang menyambut undangan keselamatan dengan iman dan menjadi orang percayalah yang akan terhindar dari kebinasaan itu. 

    Lalu bagaimana ciri-ciri kita telah berlindung kepada Tuhan? maka demikian setidaknya kita memiliki 3 hal berikut ini :

  1.  Percaya akan firman Tuhan
  2. Tidak sombong dan terus berusaha menjauh dari dosa
  3. Menantikan kuasa seperti Pentakosta ke 3 : Roh Kudus datang (Yohanes 14:1-15), Supaya kita selamat sempurna (Ibrani 7:25), dan Roh Kudus sebagai Raja dan Bapa.

Selamat beraktivitas 

Semoga sehat selalu

Tuhan Yesus Memberkati ♥️




Sumber : Buku Maranatha (Ellen G White)


Komentar