Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

RENUNGAN BULAN MEI

Gambar
MINGGU KE-1 "BULAN MEI, BULAN MARIA" Bulan Mei yang sering dikaitkan dengan permulaan kehidupan, karena pada bulan Mei di negara- negara empat musim mengalami musim semi atau musim kembang. Maka bulan ini dihubungkan dengan Bunda Maria, yang menjadi Hawa yang Baru. Hawa sendiri artinya adalah ibu dari semua yang hidup,  “mother of all the living”  (Kej 3:20). Devosi mengkhususkan bulan Mei sebagai bulan Maria diperkenalkan sejak akhir abad ke 13. Namun praktek ini baru menjadi populer di kalangan para Jesuit di Roma pada sekitar tahun 1700-an, dan baru kemudian menyebar ke seluruh Gereja. Pada tahun 1809, Paus Pius VII ditangkap oleh para serdadu Napoleon, dan dipenjara. Di dalam penjara, Paus memohon dukungan doa Bunda Maria, agar ia dapat dibebaskan dari penjara. Paus berjanji bahwa jika ia dibebaskan, maka ia akan mendedikasikan perayaan untuk menghormati Bunda Maria. Lima tahun kemudian, pada tanggal 24 Mei, Bapa Paus dibebaskan, dan ia dapat kembali k...

RENUNGAN BULAN APRIL

Gambar
MINGGU KE-1  SISIH ATAU SISA 1 Raja-Raja 19-20 nusyebastov.blogspot.com         Kalau dipikir-pikir, sisih dan sisa sama-sama merupakan sebagian kecil dari komponen utama. Namun, dalam prinsip memberi, keduanya mempunyai arti yang berbeda. Sisih artinya mengambil beberapa bagian terlebih dulu, baru kemudian menggunakan kelebihannya untuk kebutuhan. Sisa berarti memakai dulu untuk kebutuhan, baru memberikan apa yang masih tertinggal. Dibanding sisa, sisih lebih menunjukkan adanya kasih. Itulah sebabnya jika saya pulang terlambat, ibu menyisihkan makanan untuk saya.       Ironisnya, kadang-kadang kita memberikan sisa kepada Tuhan. Jika disodori kantong persembahan, kita masih berhitung-hitung. Kita lupa kalau semua milik kita sebenarnya milik Tuhan. Ketahuilah, Tuhan bukan Pribadi yang serakah . Dia tidak meminta semua yang kita miliki. Itulah sebabnya Yesus tidak melarang orang membayar pajak kepada Kaisar. Dia berkata,...

Renungan Bulan Maret

Gambar
MINGGU KE-1   ALLAH YANG MUTLAK Aku, Tuhan, tidak berubah   (Maleakhi 3:6) Sumber :  https://c.pxhere.com/photos/09/21/japan_railway Saya meragukan ketepatan timbangan badan yang terletak di kamar mandi kami. Karena itu saya telah belajar untuk memanipulasinya dengan cara saya sendiri. Saya dapat mengubah-ubah tombol kecil di samping timbangan, dan jika hal itu terlalu sulit, saya cukup memiringkan badan ke arah tertentu. Tujuannya adalah untuk memperoleh angka yang bagus semoga saja berkurang beberapa kilogram. Kita hidup pada zaman di mana banyak orang merasa yakin bahwa tidak ada hal yang mutlak. Sikap melayani diri sendiri merajalela dan menginjak-injak hukum moral yang diberikan bagi perlindungan masyarakat. Budaya kita membanggakan "kebebasan" yang sesungguhnya merupakan perbudakan dari dosa (Roma 6:16,17). Namun ada Allah yang mutlak dan timbangan-Nya selalu tepat. Bersama Dia, satu kilo adalah satu kilo, benar adalah benar, dan...

Renungan Bulan Februari

Gambar
MINGGU KE-1 Seorang anak kerasukan roh yang membisukan dan menulikan. Setiap kali roh itu menyerang dia, roh itu menbanting-bantingnya ke tanah, mulutnya berbusa, giginya bekertakkan, dan tubuhnya kejang. Murid Yesus mencoba mengusir roh jahat itu, namun tidak dapat. Hanya Yesus saja yang mampu mengeluarkan roh jahat dari anak itu. Yesus itu luar biasa.       Bisa jadi kita juga adalah orang yang “kerasukan” setan yang membisukan dan menulikan. Ketika roh itu menyerang kita, kita tidak mampu mendengarkan sabda Allah, kita juga tidak mampu menyuarakan cinta dan kebenaran, kita dibanting-banting oleh konflik kepentingan atau perhitungan untung-rugi. Kita bisu bertutur dan tuli mendengar cinta Allah dan kebenaran-Nya. Pertanyaannya adalah: adakah orang yang berupaya menyembuhkan kita? Pernahkah kita sendiri menyadari kebisuan dan ketulian itu? Pasti bukan hal mudah mengusir “setan” yang membisukan dan menulikan kita. Membiarkan Yesus ...