LOVE IN CHRIST : SEAMIN TAK SEIMAN, BAGAIMANA?
Tema Renungan Bulan Maret 2022
LOVE IN CHRIST
SEAMIN TAK SEIMAN, BAGAIMANA?
Senin, 21 Maret 2022
Nats : 2 Korintus 6:14-15 , 1 Yohanes 4:7
Apakah
kamu pernah jatuh cinta dengan pasangan yang berbeda agama? Sebagian dari kamu
mengalaminya, sebagian lagi tidak. Banyak dari mujizat
Tuhan Yesus kita menganggap cinta beda agama itu hal yang
biasa. Tidak perlu diambil pusing. Apalagi kalau masih cinta monyet. Tapi, kamu
perlu menyikapi hal tersebut sebelum berujung ke pelaminan.
“Apa
gunanya kamu berpacaran dengan orang yang beda agama?” Pertanyaan ini sering
kita lemparkan kepada teman yang terjerat kasus cinta bertepuk sebelah tangan.
Jawaban umumnya ialah “namanya sayang, ya mau gimana lagi? Lagipula masih cinta
monyet. Toh belum tentu dia yang jadi pasanganku kelak.”
Jawaban yang sangat simple dan masuk akal. Tapi kamu perlu tahu,
tujuan kamu berpacaran ialah menatap masa depan. Kalau kamu pacaran hanya untuk
senang-senang saja, lebih baik “jangan”. Toh kamu memiliki banyak teman yang
bisa diajak bermain. Pernahkah kamu mendengar “cinta monyet berujung ke
pernikahan?” memang sedikit orang yang mengalaminya. Namun diantara orang
tersebut, ada saja yang berujung pada pernikahan beda agama. Mengapa? Alasannya
karena “cinta”. Ketika kamu telah beranjak dewasa, kamu tahu mana yang benar
dan mana yang tidak. Kalau pacaran beda agama itu menurutmu salah, please don’t do it, boys and girls!
Larangan
Pacaran Beda Agama Menurut Kristen
Menjawab pertanyaan seputar pernikahan beda
agama bukanlah hal yang mudah. Perlu kajian lebih dalam dari makna
kebangkitan Yesus lagi agar semua tidak salah persepsi. Namun
firman Tuhan berkata pada 2 Korintus
6:14-15 “Janganlah kamu merupakan
pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab
persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah
terang dapat bersatu dengan gelap? Persamaan apakah yang terdapat antara
Kristus dan Belial? Apakah bagian bersama orang-orang percaya dengan
orang-orang tak percaya?”
Dari
ayat di atas, kita memang dituntut harus memiliki pasangan yang seiman. Seiman
disini maksudnya ialah satu iman di dalam Yesus Kristus. Alkitab menyuruh orang
Kristiani agar menikah dengan orang yang seiman. Kalaupun berbeda agama, salah
satu diantara pasangan tersebut harus ada yang mengalah. Agar pasangan seiman
bisa terwujud. Lagipula, pernikahan merupakan hal yang sakral. Kamu tentu
tidak mau kan kalau rumah tanggamu terguncang karena masalah perbedaan agama?
Berikut larangan mengapa tidak boleh pacaran beda agama menurut perintah Tuhan
Yesus:
·
Suatu pernikahan bukan sekedar “cinta” antara
laki-laki dan perempuan. Melainkan bagaimana “cinta” tersebut mempunyai dasar
yang teguh, yaitu percaya kepada Yesus Kristus. Pasangan seiman bisa
diibaratkan seperti kapal yang tidak boleh dibawa oleh dua orang nahkoda.
Begitu juga dengan pernikahan yang tidak boleh berdasarkan dua iman. Melainkan
“satu iman” yaitu kepada Yesus sendiri.
·
Tuhan memang mengajarkan kita untuk mengasihi satu
dengan yang lainnya. Hal ini juga dinyatakan dalam ayat Kitab Suci: 1 Yohanes 4:7 “Saudara-saudaraku
yang terkasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari
Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah.”
·
Kita diajarkan untuk mengasihi tanpa pandang bulu.
Kepada siapapun, marilah kita menyebarkan kasih sukacita. Namun untuk pasangan
hidup, Tuhan mutlak mengatakan harus kepada yang seiman. Kalau kamu
mengabaikannya, kamu akan berurusan dengan Tuhan.
Mengapa
pacaran beda agama itu dilarang?
1. Pacaran Beda Agama Menunjukkan Tidak Adanya
Keseriusan Dalam Hubungan
Masa pacaran merupakan masa yang tepat untuk
mendalami karakter yang satu dengan yang lainnya. Kalau kamu berpacaran dengan
orang beda agama, tentu saja karakternya akan berbeda. Kamu perlu
menelusurinya Gereja terbesar di dunia lebih dalam
lagi dan lagi. Namun, ada hal yang sudah tak perlu dipertanyakan lagi. Orang
yang beda agama sudah pasti tidak mengakui Kristus Yesus sebagai Juru S’lamat.
Itu sudah jelas! Bagi kamu yang hendak pacaran beda agama, coba pertimbangkan
konsekuensinya. Jangan sampai terlanjur cinta. Sehingga membuatmu harus rela
melepaskan agama yang telah kamu anut selama puluhan tahun.
2. Menunjukkan Tidak Adanya Keseriusan untuk
Melangkah ke Jenjang Pernikahan
Tujuan akhir dari masa pacaran ialah pernikahan.
Proses ini memakan waktu yang cukup lama. Apalagi jika kamu pacaran dengan
orang yang berbeda agama. Kamu perlu tahu, tujuan menikah ialah hidup bersatu
dengan orang yang dicintai. Termasuk hidup di dalam Yesus Kristus. Kalau
pacarmu berbeda agama, apakah nantinya ia mau mengakui Tuhan Yesus? Syukur saja
kalau “mau”, kalau tidak bagaimana? Lebih baik cari yang seiman ya anak-anak
Tuhan.
3. Pacaran Beda Agama Menyakiti Hati Tuhan
Cinta monyet ialah cinta ala ABG. Bagi kamu yang
telah beranjak dewasa, tinggalkanlah cinta monyet ini. Mulailah
mendalamin makna paskah dengan
menjalani hubungan dengan keseriusan. Tuhan memintamu untuk serius ketika
pacaran. Kalau kamu tidak serius, sama saja dengan buang waktu,
bukan? Tuhan tidak suka ketika kamu main-main dalam pacaran. Secara tidak
langsung, itu akan menyakiti hati-Nya. Terlebih lagi jika kamu pacaran dengan
orang yang berbeda agama.
4. Pacaran Beda Agama Memungkinkanmu untuk Murtad
“Cinta itu buta” hingga terkadang membuatmu
kehilangan akal sehat. Saat pacaran, kamu berharap pasanganmu pindah untuk
mengikuti sejarah agama
Kristen dan juga Kristus. Namun, bagaimana jika kamu
terlena dan memutuskan untuk murtad? Hal yang sangat sangat disayangkan. Tujuan
baikmu untuk memperkenalkan pasangan dengan Kristus terasa sia-sia. Sangat
sedikit orang Kristen yang berhasil membawa pasangannya mengikut Kristus. Yang
paling banyak justru sebaliknya. Kamulah yang diajak untuk murtad.
Cara Mengatasi Agar Tidak Berpacaran Beda Agama
Lagi
Kasus “terlanjur cinta” banyak terjadi dewasa ini.
Hal inilah yang menjadi penyebab utama mengapa banyak orang di Indonesia pindah
agama. Bagaimana cara agar tidak pacaran beda agama lagi? Ini dia tipsnya:
1. Teguhkan Iman Kepada Tuhan
Tidak ada agama yang sepenuhnya salah. Lagipula,
tidak ada paksaan untuk menganut agama tertentu. Kita semua diberi kebebasan
untuk menganut agama yang kita yakini. Baik itu Islam, Kristen, Katolik,
Buddha, Hindu, maupun Konghucu. Beberapa dari kita pernah mengalami
pacaran beda keyakinan. Agar tidak terjatuh kepada kesalahan yang sama, coba
teguhkan imanmu pada Tuhan. Rajinlah berdoa dan minta petunjuk dari Tuhan agar
kamu selalu berada di jalan-Nya. Tidak salah juga jika kamu minta dianugerahi
pasangan yang seiman.
2. Konsultasi dengan Orang Tua
Mendapatkan pasangan yang seiman memang terasa
sulit. Namun kamu bisa mengakalinya dengan memperluas jaringan. Ikutilah tujuan hidup
orang Kristen dalam persekutuan di lingkungan gereja.
Dengan demikian, kamu akan memiliki banyak teman. Berteman dengan orang yang
seiman membuatmu dengan mudah mendapatkan pasangan yang seiman. Intinya, kamu
juga harus percaya kepada Kuasa Tuhan. Ingat, Tuhan akan memberikan apapun yang
kamu butuhkan tepat pada waktunya.
3. Belajar dari Pengalaman
Langkah satu dan dua akan berjalan mulus jika kamu
mau belajar dari pengalaman. Jika hubunganmu yang dulu kandas karena perbedaan
keyakinan, belajarlah dari itu. Jangan sampai kamu jatuh di kesalahan yang sama
lagi. Jika kamu dekat dengan lawan jenis yang beda agama, berdoalah kepada
Tuhan. Mintalah agar kamu diteguhkan sehingga tidak jatuh cinta kepadanya. Pengalaman
orang tua lebih banyak dari pengalamanmu. Ada baiknya jika kamu terbuka
mengenai hubunganmu kepada orang tua. Orang tua bisa kamu jadikan sebagai
partner untuk berdiskusi. Minta tips dari orang tua mengenai cara mendapatkan
pasangan seiman.
Komentar
Posting Komentar