SHOULD I BE SAD?
Tema Renungan Bulan Juni 2022
Selasa, 7 Juni 2022
Perpisahan Bukan Akhir Segalanya
(“Goodbye” is not the end)
Yeremia
17:7-8
Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.
Oleh :
WM
Di Kutip dari : KEHIDUPAN ROHANI KRISTEN
Setiap kita pasti
pernah mengalami yang namanya perpisahan, baik perpisahan dengan teman,
keluarga, ataupun pacar. Terkadang perpisahan menyisakan kesedihan yang teramat
dalam, terkadang juga mengakibatkan rasa takutkehilangan. Namun, kali ini kita
mau belajar sama-sama tentang apakaharti perpisahan itu. Ketika kita mengerti
mengapa kita harus mengalami perpisahan, maka kita akan dapat meresponi sebuah
perpisahan dengan respon hati yang positif pula.
Bahkan Tuhan
sendiri juga pernah mengalami perpisahan. PerpisahanNya dengan manusia ketika
manusia jatuh dalam dosa, perpisahan Yesus dengan murid-muridNya ketika Dia
harus terangkat ke Sorga, dan juga perpisahan yang paling menyedihkan adalah
ketika Yesus terpisah dari Bapa yang dikarenakan semua dosa manusia harus
ditimpakan kepada Yesus.
Setiap manusia
pasti pernah mengalami yang namanya perpisahan dengan seseorang. Perpisahan
harusnya mengakibatkan suatu perubahan. Perubahan yang positif atau negatif itu
tergantung bagaimana kita meresponinya dan apa yang kita lakukan setelah
perpisahan itu. Pastikan Anda meresponinya dengan positif agar perubahan yang
dihasilkan juga positif buat Anda dan orang-orang di sekitar Anda.
Nah, apakah arti
sebuah perpisahan itu??
1.
Perpisahan harusnya menghasilkan kuasa yang besar
Yesus pernah berkata kepada murid-muridNya seperti
ini di Yoh 16:7 " Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih
berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu
tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia
kepadamu. " Artinya Yesus harus berpisah dari murid-muridNya supaya ada
kuasa yang lebih besar (Roh Kudus) yang dicurahkan untuk murid-muridNya.
Contoh lainnya saat Eliaharus berpisah dengan
Elisa, yang mengakibatkan Elisa mendapatkan kuasa duakali lipat dari Elia. Bagaimana
dengan kita? pastikan ada suatu perubahan yang bernilai dan kegerakan baru
dalam hidup kita saat kita harus mengalami perpisahan.
2.
Perpisahan terkadang justru malah menyelamatkan hidup
kita
Matius 27:46 Kira-kira jam tiga berserulah Yesus
dengan suara nyaring: "Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya: Allah-Ku,
Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?
Yesus harus berpisah dengan Bapa karena semua
dosa-dosa kita ditimpakan kepada Yesus. Itu dilakukan untuk menebus hidup kita
dan untuk menyelamatkan hidup kita. Perpisahan yang kita alami terkadang juga
untuk menyelamatkan hidup kita agar kita terbebas dari jerat yang dapat
menghancurkan hidup kita, misalnya terpisah dari pergaulan buruk, terpisah dari
jerat okultisme, terpisahdari jerat pornografi, terpisah dari keterikatan dosa,
dll.
3.
Perpisahan untuk memurnikan hati kita
Jadikan suatu perpisahan sebagai suatu kesempatan
buat kita untuk mempunyai hati yang benar-benar murni dihadapan Tuhan,
kesempatan untuk menjadikan Tuhan sebagai pusat hidup kita,kesempatan untuk
bergantung kepada Tuhan, kesempatan untuk membentuk karakter yang lebih kuat,
dan kesempatan untuk mengikis karakter kita yang buruk.
4.
Perpisahan terkadang dipakai untuk menguji apakah
sesuatu itu benar-benar layak disatukan
Tidak semua perpisahan itu berarti benar-benar
terpisah selamanya. Justru lewat perpisahan kita belajar berusaha untuk
memperjuangkan suatu kesatuan dan bagaimana belajar tentang kesetiaan. Suatu
kesatuan akan semakin kuat ketika setiap kita sama-sama berjuang
mengusahakannya di kala ada perpisahan.
5.
Perpisahan untuk memultiplikasikan gaya hidup Allah
Gaya hidup yang Allah mau adalah supaya setiap kita
saling mengasihi dan saling membangun. Dia menginginkan kita
memultiplikasikannya. Terkadang lewat perpisahan, kita dapat memultiplikasikan
gayahidup itu buat orang-orang lain juga, terutama buat orang-orang yang belum
mengenal Tuhan.
Dari perpisahan
kita sama-sama belajar arti sebuah pertemuan. Karena itu, belajarlah untuk
menghargai setiap pertemuan. Jangan saling menyakiti dalam setiap pertemuan.
Sebaliknya, belajarlah untuk saling mengasihi dan saling membangun dalam setiap
pertemuan.
Setiap manusia
pasti pernah mengalami yang namanya perpisahan dengan seseorang. Perpisahan
harusnya mengakibatkan suatu perubahan. Perubahan yang positif atau negatif itu
tergantung bagaimana kita meresponinya dan apa yang kita lakukan setelah
perpisahan itu. Pastikan Anda meresponinya dengan positif agar perubahan yang dihasilkan
juga positif buat Anda dan orang-orang di sekitar Anda.
Semoga
renungan ini memberkati kita semua!!!

Komentar
Posting Komentar