Renungan Mingguan Bulan Maret
Minggu ke-4
Yesus Sumber Air Yang Menghidupkan
Yohanes 7 : 37-39
AIR
– adalah kebutuhan vital manusia yang tak tergantikan, penting dan vital. Air
menjadi simbol kehidupan. Air juga bisa menjadi bencana, ketika
banjir melanda, dan bila krisi air maka hanya ada kematian. Air
adalah kebutuhan pokok manusia sepanjang sejarah.
Yohanes 7:38
“Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.”
Injil
hari minggu ini berkisah tentang seorang perempuan Samaria yang sedang menimba
air dari sumur Yakob. Dan pada kesempatan itu ia berjumpa dengan Yesus,
yang kepada wanita itu minta diberikan air untuk memuaskan dahaga. Percakapan
yang bermula dari air yang menyegarkan dahaga dan menghidupkan badan serta
bersifat sementara itu, beralih percakapan yang semakin mendalam ke air hidup
yang menghidupkan jiwa, untuk kehidupan kekal. Bahkan Yesus memperkenalkan
diri-Nya sebagai mata air kehidupan kekal. Ia sumber yang melimpah, tak pernah
akan kering. Air itupun menjadi simbol spiritual yang penting bagi semua agama,
terutama agama Kristen. Air baptis adalah simbol peralihan hidup kita dari yang
lama menjadi baru. Yesus menunjukkan dengan jelas diri-Nya sebagai sumber air
yang memberi kehidupan, yang membersihkan.
Perjumpaan
dan percakapan yang mulanya biasa saja itu, berpuncak pada pengenalan pribadi
siapa Yesus sebenarnya. Bahkan wanita Samaria itu tidak hanya mengenal pribadi
Yesus, tetapi ia pun terbuka terhadap dirinya sendiri dan menyadari siapa
dirinya, yang harus datang menimba air kehidupan pada sumber sejati yaitu Yesus
sendiri. Yesus pada mulanya dikenal sebatas sebagai seorang Yahudi,
selanjutnya sebagai seorang nabi yang mengetahui segala sesuatu tentang
dirinya, dan akhirnya mengakui Yesus sebagai Mesias, Juruselamat dunia. Inilah
sebuah pengalaman iman yang sangat berharga.
Perjumpaan
dan percakapan itu mendorongnya untuk memberi kesaksian tentang siapa Yesus
yang telah ia jumpai itu. Kesaksiannya membawa orang-orang lain datang,
berjumpa dan berusaha bercakap-cakap dengan Yesus di sumur Yakub. Kontak
pribadi itu telah membawa suatu hidup baru, suatu gairah baru, suatu
kegembiraan dan keberanian untuk mewartakan Yesus. Iman mereka tidak lagi hanya
sekadar berdasarkan kesaksian orang lain, tetapi lebih dari itu berdasarkan
pada kata-kata, kesaksian dan perjumpaan dan kontak relasi personal dengan
Yesus secara personal pula. Selanjutnya iman akan Yesus sebagai
Juruselamat dunia, menjadi kabar gembira bagi orang lain.
Pesan
bagi kita di masa pra-paskah ini tidak lain ialah datanglah kepada sumber air
sejati ialah Yesus. Dari dalam hati-Nya yang terbuka mengalir air kehidupan,
yang menyegarkan dan menghidupkan. Semakin kita datang kepadanya, dan membuka
diri kepadanya, kita juga semakain dikenal dengan segala latarbelakang,
kelemahan dan kerapuhan kita yang perlu selalu dibasuh dalam kasih-Nya yang
bening.
Pengalaman
pribadi dengan Yesus harus semakin membawa kegembiraan dan semangat baru untuk
terus mewartakan juga kepada orang lain, agar merekapun datang dan mengalami
Yesus sang sumber air kehidupan itu. Dan semakin banyak orang
diselamatkan. Dan kalau kita boleh menikmati kesegaran dari sumber air
sejati, diharapkan orang lain pun boleh juga punya pengalaman yang sama, ketika
karena kesaksian hidup kita orang lain pun datang dan mengalami sukacita dalam
Tuhan.
Hanya Yesus yang memiliki
air hidup untuk memuaskan jiwa kita yang dahaga.
Sumber : https://komkat-kwi.org

Komentar
Posting Komentar