Renungan Mingguan Bulan Mei
Minggu ke-1
MINDER MINORITAS
“Tetapi, jika seterumu lapar, berilah ia makan;
jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara
api di atas kepalanya.”
Roma 12:20
Istilah minder minoritas semakin
marak di kalangan Kristen. Istilah ini mengungkapkan kenyataan banyak
orang-orang Kristen yang merasa diri minder, malu, karena kecil dan sedikit.
Namun, mari kita cermati lebih teliti perasa minder ini.
Pertama, minder bisa terjadi kalau sebagai
komunitas yang sedikit dan kecil kita merasa tertekan dan tertindas; dan kita
tidak tahan menghadapinya. Kedua, minder juga bisa berarti
lenyapnya sesuatu yang bisa dibanggakan lagi. Ketiga, rasa minder
bisa juga mengungkapkan bahwa kita hanya mau cari aman dan selamat saja.
Paulus dengan tegas menyatakan bahwa
harus tetap ada yang kita banggakan, yang berbeda dengan nilai kebanyakan,
yaitu moralitas Kristiani yang tinggi, yang berusaha
sekuat tenaga mempertahankan kebenaran dan menyatakan kasih kepada mereka yang
membenci kita. Membalas kejahatan dengan kebaikan
merupakan sebuah komitmen hidup Kristiani yang tak boleh
disisihkan. Keberanian semacam ini sungguh harus kita sadari merupakan
identitas kita, sama seperti yang dilakukan Kristus.
Paulus memakai gambaran sesehari untuk
menyatakan komitmen hidup kita, ketika ia berkata, “Dengan berbuat demikian
kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya.” Apa artinya? Dalam kehidupan
masyarakat Yahudi, seseorang yang tak memiliki api di malam hari akan datang
pada tetangganya untuk meminta bara api. Untuk itu ia mengetuk pintu rumah
tetangganya sambil membawa tungku di atas kepalanya. Sang tetangga yang baik,
tentu membukakan pintu rumahnya dan memberikan bara api pada tungku di atas
kepala orang yang membutuhkannya.
Maka, Paulus sebenarnya ingin
menyatakan, jika tetanggamu yang berlaku jahat padamu membutuhkan pertolongan,
tolonglah dia. Dengan kata lain, ungkapan di atas sama halnya dengan membalas
kejahatan dengan kebaikan (ayat 21). Bukankah hal ini merupakan sebuah sikap
hidup yang membanggakan dan mampu menghindarkan kita dari minder minoritas?
Sumber : https://www.renungan.org/

Komentar
Posting Komentar