Renungan Mingguan Bulan Mei
Minggu ke-2
BACAAN
Lukas 18:1-8
Kita
bersyukur minggu masih bisa belajar tentang membangun ketahanan iman.
Sesuatu yang sangat penting untuk kita lakukan di tengah kondisi yang
mengkhawatirkan saat ini. Mempertahankan iman dalam badai yang singkat mungkin
adalah hal yang mudah. Tetapi mempertahankan iman dalam badai yang rasanya
tidak kunjung berakhir adalah hal yang jauh lebih sulit. Sama seperti halnya
kedua senter tadi. Yang satu sudah rusak setelah dipakai setahun, sedangkan
satunya lagi masih awet selama lima tahun. Tentu saja akhirnya senter yang
lebih awetlah yang dipilih. Demikian pula Tuhan sendiri telah memilih kita
untuk menjadi alat-Nya, sebab dalam diri setiap kita telah dianugerahkan benih
ketahanan iman yang luar biasa. Tergantung kita apakah kita bisa memelihara dan
merawat nya dengan benar, sehingga ketahanan itu makin teruji dan makin kuat.
Biarpun badai krisis mungkin masih berkepanjangan, namun iman kita akan tetap
teguh bertahan. Dan pada akhirnya iman kita pada Tuhan lah yang akan meluputkan
dan memberi kita kemenangan atas setiap krisis dan kesukaran yang kita hadapi.
Jangan sampai IMAN kita hanya bertahan dalam badai singkat, milikilah iman yang TETAP TEGUH dalam BADAI BERKEPANJANGAN.
Source : https://gbika.org/renungan-harian/
Iman Yang Tetap Teguh Dalam Badai Berkepanjangan
Lukas 18:7-8
“Tidakkah Allah akan
membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan
adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? Aku berkata kepadamu: Ia
akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang,
adakah Ia mendapati iman di bumi?”
Lukas 18:1-8
“Mengapa
kamu lebih memilih merk itu, yang ini kan bentuknya lebih bagus, harganya juga
lebih murah, lho!” Iwan bertanya pada Bowo. “Aku sudah pernah pakai keduanya.
Yang ini terbukti lebih awet. Aku sudah pakai lebih dari lima tahun.
Kualitasnya tidak berkurang meskipun kubawa kemana-mana dan seharian kupakai.”
Bowo menjawab sambil menunjukkan kedua lampu senter di tangannya. “Sedangkan
yang ini, meskipun tampilan luarnya bagus tapi baru setahun kupakai sudah
rusak.” sambung Bowo.
Di
dalam Lukas 18 Tuhan Yesus memberikan perumpamaan tentang hakim yang tak benar.
Seorang janda yang memiliki lawan, selalu datang kepada hakim itu untuk meminta
dibela haknya melawan musuhnya. Hakim itu kemudian membenarkan janda itu dengan
alasan yang tidak benar. Tuhan Yesus kemudian mengaitkan perumpamaan itu dengan
Allah yang terlebih lagi akan segera membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang
siang malam selalu berseru kepada-Nya.
https://teologiareformed.blogspot.com/2018/01/doa-perumpamaan-seorang-janda-dan-hakim.html
Jangan sampai IMAN kita hanya bertahan dalam badai singkat, milikilah iman yang TETAP TEGUH dalam BADAI BERKEPANJANGAN.
Source : https://gbika.org/renungan-harian/

Komentar
Posting Komentar