RENUNGAN MINGGUAN BULAN SEPTEMBER
PERSAMAAN
Supaya aku dapat memenangkan mereka yang tidak hidup di bawah hukum Taurat
(1 Korintus 9:21)
Pada umumnya, para kaisar Roma tidak dikenang karena kebijaksanaannya, tetapi
ada beberapa pengecualian. Salah satu pemikir besar yang kita miliki adalah
Marcus Aurelius, kaisar Roma yang memerintah pada tahun 161-180 M. Ia adalah
salah satu penguasa besar yang cerdas, yang dikaruniai pikiran brilian di
peradaban Barat.
Walaupun ia tidak pernah berpindah keyakinan pada keyakinan baru yang kemudian
disebut kekristenan, ia pernah mengutarakan wawasan yang luar biasa.
Kebijaksanaannya mencerminkan hukum Allah yang tertulis di hati orang yang
tidak memiliki firman Allah (Roma 2:14,15).
Misalnya:
· Kebahagiaan hidup Anda tergantung pada kualitas pemikiran Anda.
· Andalah yang berkuasa atas pikiran Anda-bukan hal-hal yang terjadi di luar diri Anda.
· Kehidupan Anda dibentuk oleh pemikiran Anda sendiri.
Pernyataan ini mirip dengan Amsal 23:7, "Sebab seperti orang yang membuat
perhitungan dalam dirinya sendiri, demikianlah ia." Kita dapat belajar
melalui prinsip-prinsip dari kalangan non kristen dan menggunakan kepercayaan
mereka sebagai suatu persamaan untuk membagikan Injil. Ketika Paulus berdiri di
atas Areopagus dan berkata kepada para cendekiawan pada masanya, ia tidak
meremehkan kepercayaan dan iman mereka. Akan tetapi ia justru membangun
kesamaan dengan mereka dan kemudian memberitakan Injil (Kisah Para Rasul
17:26-28).
Marilah kita mencari persamaan yang ada pada diri sesama kita, sehingga kita
dapat membawa mereka kepada Kristus -HDF
IMAN AKAN BERNILAI APABILA KITA MEMBAGIKANNYA
Sumber : http://www.ylsa.org

Komentar
Posting Komentar