RENUNGAN MINGGUAN BULAN SEPTEMBER

KHAWATIR YANG PROPORSIONAL


Bacaan : 

Matius 6:25-34

Ada 2 tantangan yang sangat serius bagi pertumbuhan benih iman dalam hidup orang percaya, yakni kekuatiran dan tipu daya kekayaan.

Alkitab berulang kali mengingatkan agar kita tidak khawatir, atau mengalami himpitan kekhawatir yangg berlebihan (apalagi dalam konteks pandemi seperti ini). Khawatir tentu saja boleh, namun jika rasa khawatir itu menjadi MAKIN MEMBESAR dari hari ke sehari, maka ia akan merampas kesadaran kita akan penyertaan dan kuasa pemeliharaan Allah. Karena itu Yesus mengingatkan: “Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?  Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi CARILAH DAHULU Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka  semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari." (Matius 6: 31-34)

Jadi kekhawatiran haruslah proposional. Ia tidak boleh bertumbuh lebih besar dari pada pertumbuhan iman dan pengharapan kita akan Kerajaan Allah dan kebenarannya. Kekhawatiran yang proporsional itu yang bagaimana? Dapatkah kita menakarnya? Sedangkan dampak pandemi ini telah melebar kemana mana. Para "pahlawan" cepat sekali gugur di dompet kita. Belum lagi pemotongan gaji, pemutusan hubungan kerja dan karena banyaknya bisnis yang sepi atau bahkan guling tikar.

Lihat pertengkaran di rumah tangga sekarang ini banyak disebabkan oleh masalah keuangan dan kekuatiran. Kerena itu khotbah tentang "jangan kamu kuatir" atau "hati hati terhadap tipu daya kekayaan", menjadi terlalu datar dan membosankan, jika tidak disertai dengan pemaknaan yang utuh dan contoh penerapan yang konkrit. Sebab kompleksitas kekuatiran yang makin menggila, sementara solusinya begitu minim dalam penerapannya.

Nah, kembali kepada pertanyaan di awal, bagaimana kita menakar ke
khawatiran agar bisa dikelola ?

Pertama, sadarilah dan ukur kadar kekhawatiran kita masing masing. Sebab ada orang yang betul betul khawatir dan panik terhadap apa yang ia makan, minum, pakai (karena memang sangat kekurangan) tetapi tidak sedikit orang yang sesunguhnya masih cukup (bahkan lbh dari cukup) kebutuhan hidupnya; namun kuatir dengan kekayaannya yang berkurang. Kuatir kalau ia tidak sekaya dulu lagi. Dan ini yang banyak diributkan orang. Bayangkan mereka membicarakan kekuatiran mereka (akan resesi ekonomi) di cafe cafe sambil makan makanan mahal mahal dengan gaya hidup yang masih sama seperti dahulu.

Kedua, tentukan jenis kuatir yang bisa kita kontrol dan kekuatiran yang tidak bisa kita kontrol. Yang bisa kita kontrol adalah yang berkenaan dengan diri kita (perasaan dan pikiran). Yang tidak bisa kita kontrol adalah kekuatiran yang diluar diri kita. Karena itu mainlah di ranah yang bisa kita kontrol. Itulah yang utama dan yang berguna. Jangan kamu menyusahkan diri dengan imagi dan emosi yang sesungguhnya tidak ada dan tidak berguna.

Ketiga, masuk pada aktivitas hati dan rohani untuk benih Kerajaan Allah di tempat yang tepat. Di tempat yang dapat membangkitkan sukacita, damai sejahtera dan kasih karunia.  Firman Tuhan berkata: "Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban (2 Tim 1:7). Nah pegang itu!

Keempat, tumbuhkanlah benih Firman dan Roh yang berisi kekuatan, kasih dan ketertiban itu dalam hidup kita setiap hari. Mari kita latih kekuatan iman dan ketrampilan hidup kita dari hari kesehari agar makin bertumbuh besar dan kuat. Belajarlah hidup tertib dan mulailah kembangkan rasa syukur; sambil melihat dari perspektif yang optimis dan positif atas segala peristiwa hidup. Jangan melatih roh dan jiwa kita untuk manja, mengeluh apalagi bersungut-sungut.

Sumber : https://familyfirstindonesia.org/

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Christmas and New Year_Menjadi Ciptaan Baru di Natal dan Tahun Baru

SEMINAR UKK 2024_CINTA, SEKS, DAN DATTING

Kekuatan Iman di Tengah Pencobaan_Iman di Tengah Tragedi