RENUNGAN MINGGUAN BULAN AGUSTUS
Cahaya Keselamatan yang Gemilang
Bacaan : Matius 24:27
Kita
semua pastinya paham tentang adanya berita keselamatan yang datang dari Anak
Allah. Berbagai cerita tentang kedatangan-Nya mungkin sudah kita saksikan dan
renungkan. Namun seperti apakah kedatangan-Nya itu? Apa yang terjadi sebelum
dan sesudah-Nya?
Matius
24:27
Sebab
sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai
ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia.
Kedatangan
Anak Manusia yang pertama digambarkan sebagai kilat yang cahayanya menyebar ke
setiap penjuru. Saat seluruh dunia ditudungi kegelapan, hanya pada tempat orang
kudus terdapat terang yang bercahaya. Mereka akan melihat terang mula-mula
daripada kedatangan-Nya yang kedua, Segera di sebelah timur muncul sebuah awan
hitam kecil, kira-kira sebesar separuh kepalan tangan manusia. Itulah awan yang
mengelilingi Juruselamat dan yang tampak dari jauh seperti selimut yang gelap.
Umat
Allah mengetahui ini merupakan tanda Anak Manusia Dengan khidmat dan tenang
mereka memandangi awan itu ketika semakin dekat ke bumi, menjadi lebih terang
dan lebih mulia, sampai menjadi awan besar yang putih, dasarnya mulia seperti
api yang menyala-nyala, dan di atasnya terdapat pelangi perjanjian. Yesus naik
di atasnya sebagai Penakluk yang sangat perkasa. Kini bukan lagi "seorang
yang menanggung kesusahan," untuk meminum cawan pahit menderita malu dan
hina, la datang sebagai pemenang di sorga dan bumi, untuk menghakimi
orang-orang yang masih hidup dan yang sudah mati. "Yang Setia dan Yang
Benar." "la menghakimi dan berperang dengan adil." Dan
"semua pasukan yang di sorga" (Wahyu 19:11, 14) mengikuti Dia.
Dengan
menyanyikan lagu kebangsaan sorga malaikat-malaikat yang kudus, yang tidak
terhitung banyaknya itu menyertai Dia dalam perjalananNya. Tampaknya cakrawala
penuh dengan cahaya yang gemerlapan-berlaksa-laksa dan beribu-ribu laksa."
Tidak ada pena manusia dapat menggambarkan pemandangan ini; tidak ada pikiran
fana yang mampu memahami kemegahannya. "KeagunganNya menutupi segenap langit,
dan bumi pun penuh dengan pujian kepadaNya. Ada kilauan seperti cahaya dari
sisi-Nya." (Habakuk 3:3,4). Sementara awan yang hidup itu semakin
mendekat, tiap-tiap mata memandang Raja kehidupan. Kini tidak ada mahkota duri
yang mengotori kepala yang suci itu; tetapi mahkota kemuliaan bertengger di
atas keningNya yang kudus. Wajah-Nya memancarkan cahaya matahari siang yang
menyilaukan. "Dan pada jubahNya dan pahaNya tertulis suatu nama, yaitu:
RAJA SEGALA RAJA dan Tuan di atas segala tuan." Wahyu 19:16.25.
Dengan kepala yang menengadah ke atas, dengan
cahaya terang benderang Matahari Kebenaran yang bersinar ke atas mereka, dengan
tempik sorak karena keselamatan mereka tiba, mereka (orang-orang kudus yang
hidup), maju ke muka bertemu dengan sang Mempelai, sambil berkata,
"Sesungguhnya, inilah Allah kita, yang kita nanti nantikan, supaya kita
diselamatkan."
Tuhan
telah datang, menunjukkan segala mukjizat serta kuasa-Nya dan Ia telah
memberikan keselamatan yang kekal bagi kita semua. Ia juga telah memberikan sinarNya
untuk menerangi kehidupan kita, lantas apa yang telah kita lakukan? Sudahkah
kita menerima-Nya secara pribadi? Sudahkah kita menyiapkan diri kita untuk
menjadi mempelai dari Sang Cahaya? Mari bersama kita menyiapkan hati, diri dan
jiwa kita untuk menyambut kedatangan-Nya untuk yang kedua kalinya, memantapkan
hati dan juga seluruh bagian dari diri kita untuk berjalan bersama melewati
altar-Nya yang kudus.
Tuhan
Yesus memberkati.
Sumber : Buku Maranatha (Ellen G White)

Komentar
Posting Komentar