Sistim budidaya PAKANITIK

PAKANITIK



Sistim Pertanian Terpadu merupakan sistem yang menggabungkan kegiatan pertanian, peternakan, perikanan dan  lainnya yang terkait dengan pertanian dalam satu lahan yang sama. Dengan adanya sistim pertanian terpadu diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan produktivitas lahan. Pada hakikatnya pertanian terpadu adalah memanfaatkan seluruh potensi energi sehingga  dapat dipanen secara seimbang. Selain hemat energi, keunggulan lain dari pertanian terpadu adalah petani akan memiliki beragam sumber penghasilan, (Risma G D, 2014).

Tahukah kalian tentang Sistim Pertanian Terpadu PAKANITIK?

Sistim budidaya PAKANITIK merupakan salah satu teknologi pertanian terpadu yang didalamnya ada padi, ikan, itik/bebek dan dibudidayakan pada lahan yang sama. Manfaat yang dapat diperoleh dengan penerapan budidaya PAKANITIK adalah: Manfaat untuk penyiangan, Manfaat pengendalian hama penyakit, Manfaat pemupukan, Manfaat pembajakan dan penggemburan tanah sepanjang waktu, Manfaat mengendalikan keong emas, dan Manfaat stimulasi pertumbuhan padi.

Menurut  Zulkifli Mantau (2013) bahwa dengan menerapkan pertanian terpadu “PAKANITIK” ada beberapa keuntungan diantaranya Keuntungan langsung:

a.      Produksi padi sistim parlabek relatif tidak menurun hasilnya dibandingkan dengan sistem usahatani padi saja,

b.      Ikan dan telur itik merupakan nilai tambah bagi pendapatan petani,

c.      Kesejahteraan dan pendapatan petani meningkat.

Sedangkan Keuntungan tidak langsung :

a.      penyerapan tenaga kerja meningkat sepanjang musim padi dan setelah musim padi, sehingga dapat mengurangi pengangguran,

b.      Protein hewani tersedia sepanjang musim bagi masyarakat pedesaan,

c.      Terjadi daur ulang yang saling menguntungkan, yaitu itik dan ikan dapat menekan populasi gulma dan hama (pengendalian hayati); kotoran ikan dan itik menjadi pupuk padi; itik dan ikan berfungsi sebagai pabrik untuk meningkatkan nilai tambah dari gabah yang hilang pada saat panen.

Persyaratan lahan sawah yang akan digunakan sebagai lokasi budidaya PAKANITIK adalah sebagai berikut:

a.    Sawah memiliki pengairan teratur/teknis, agar ikan tidak kekurangan air namun tetap terhindar dari bahaya banjir,

b.    Tanah sawah agak liat/berlempung, hindari tanah yang mudah longsor pada lahan sawah berteras,

c.    Kontur tanah sawah agak landai, agar jika sawah sewaktu-waktu dikeringkan ikan-ikan tetap tidak kekurangan air,

d.    Lokasi sawah dekat dengan pemukiman agar mudah dalam pengawasan ikan dan itik,

e.    Luas  petakan sawah ideal untuk usaha tani PAKANITIK  adalah 500 – 1000 m² terletak pada satu hamparan untuk memudahkan pengawasan dan pengaturan air.

Padi yang cocok dengan sistim budidaya PAKANITIK adalah varietas padi berperakaran dalam, cepat bertunas, batang kuat, daun tegak, tahan hama dan penyakit, produksinya tinggi, dan disukai masyarakat. Varietas yang cocok misalnya IR 64, Cisadane, Ciliwung, Inpari 30 Ciherang Sub I dll. Dianjurkan penanaman varietas secara bergilir tiap musim tanam. Penanaman sebaiknya dilakukan dengan sistim tanam jajar legowo.

Pemupukan disesuaikan dengan rekomndasi  daerah setempat. Pupuk dasar mutlak diberikan untuk memacu pertumbuhan tanaman. Dosis pupuk keseluruhan bila dikehendaki bisa dikurangi sebanyak 25 persen dosis anjuran. Untuk aplikasi pestisida tidak diperlukan lagi, karena ikan dan itik berperan sebagai pengendali hayati yang efektif.

Ikan yang paling cocok dibudidayakan adalah ikan mas. ikan di sebar 3-5 hari setelah padi ditanam. Ukuran benih ikan 5-8 cm dengan padat penebaran 2.000-3.000 ekor/ha. Lama pemeliharaan dibatasi sampai 45-60 hari setelah padi ditanam. Pada saat itu daun padi sudah menutup tanah, sehingga sinar matahari tidak efektif lagi merangsang pertumbuhan plankton sebagai pakan alami ikan. Jika umur pemeliharaan ditambah, maka tingkat kehilangan oleh predator seperti ular atau burung biasanya akan meningkat. Sebagai pakan tambahan boleh diberikan dedak halus, sisa makanan, dan kotoran ternak. Pemanenan dilakukan dengan cara mengeluarkan air secara perlahan agar ikan berkumpul di caren. Lakukan pada pagi atau sore hari saat temperatur rendah.



Itik yang dipilih dianjurkan adalah itik jenis lokal unggul agar mudah beradaptasi. Jumlahnya 20-25 ekor/ha. Jika tujuannya untuk menghasilkan telur sebaiknya dipilih itik yang telah berumur 4-6 bulan. Itik dimasukkan ke petakan sawah sejak padi berumur 2-3 minggu. Pakan tambahan diberikan setiap hari berupa gabah, menir, atau dedak halus sebanyak 2 ons/ekor. Tiga  minggu sebelum padi dipanen, pemberian pakan tambahan bisa dihentikan karena karena gabah sudah tersedia di sawah.

Kandang dibuat di dekat lokasi sawah dengan ukuran 2,3 m2 untuk 25 ekor itik. Itik dikandang kan pada malam hari. Disekitar kandang sebaiknya ditanami pohon pelindung yang dapat dikonsumsi oleh itik dan ikan antara lain pisang, petai cina dll. Saat ini, yang menjadi kekeliruan kita adalah penggunaan pestisida, herbisida, dan pupuk kimia yang begitu berlebihan yang tentunya memiliki dampak negatif bagi lingkungan (tanah dan tanaman) dan kesehatan  manusia pada umumnya (pekerja dan konsumen). Dengan menerapkan budidaya PAKANITIK diharapkan akan menjadi solusi dalam pertanian organik, karena dengan pertanian terpadu padi dan bebek, bebek di sawah padi dapat melakukan semua aktifitas baik penyiangan gulma, pembasmian hama, maupun pemupukan. Tanpa disengaja tenaga kerja bebek akan mempermudah petani dalam pemeliharaan PAKANITIK tersebut.

 

Selamat Menjalankan Aktivitas 😇






Daftar Pustaka

 

Barat, B. L. (2021). Teknologi Pertanian Terpadu Antara Padi Ikan dan Itik (PAKANITIK). Mamuju: BPTP Sulawesi Barat.

Polakitan, Arie D, Femi H dan V Panelewen. (2015). Keuntungan Usahatani Padi Sawah dan Ternak Itik Di Pesisir Danau Tondano Kabupaten Minahasa. Jurnal Zootek, 361-367.

Sumini, Holidi dan Widiyanto. (2019). Peningkatan Produktivitas Tanaman Padi Sawah Irigasi Terintegrasi Popilasi Itik. Jurnal Agrotek Tropika, 203-209.

 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Christmas and New Year_Menjadi Ciptaan Baru di Natal dan Tahun Baru

SEMINAR UKK 2024_CINTA, SEKS, DAN DATTING

Kekuatan Iman di Tengah Pencobaan_Iman di Tengah Tragedi