Teknik Budidaya Tabulampot (tanaman buah dalam pot)

 Teknik Budidaya Tabulampot ( tanaman buah dalam pot )



Shalom UKKers!

Seperti biasa di minggu terakhir setiap bulan kita akan membahas hal menarik seputar dunia pertanian. Di bulan lalu kita sudah sama-sama belajar tentang Agroforestry, nah dikesempatan kali ini kita bakal mempelajari tentang Tekhnik Budidaya Tabulampot. Yuk kita simak bersama!

    Kebutuhan pangan dunia yang semakin meningkat serta keterbatasan lahan dalam memproduksi bahan pangan mendorong para ahli pangan dunia melakukan inovasi dalam bidang pertanian dan perkebunan. Alhasil, metode menanam sayuran dan buah mulai mengalami pergeseran dari metode konvensional menuju metode yang lebih modern. mulai dari metode hidroponik, aquaponik, aeroponik, hingga metode tabulampot (budidaya tanaman buah dalam pot). 

    Ada beberapa varietas tanaman buah yang umum dibudidayakan secara tabulampot. Level kesuksesan berbuahnya terkategorikan mudah, sulit (advance) dan belum berhasil. Beberapa contoh varietas tanaman buah yang masuk dalam kategori mudah diantaranya tanaman jeruk, sawo, mangga, jambu air, jambu biji, belimbing, anggur, strawberry, buah tin, buah naga dan pepaya. Sedangkan kategori tanaman yang sulit dikembangkan melalui metode tabulampot diantaranya rambutan, kelengkeng, manggis, jambu bol, duku, salak, kurma, pisang dan srikaya. tanaman durian dan alpukat masih belum bisa berbuah maksimal jika dikembangbiakkan secara tabulampot.

Tahap-tahap bertanam tabulampot diantaranya, ialah: 

-persiapan bibit tabulampot

-persiapan media tanam tabulampot

-dan penanaman bibit tanaman

Tahapan yang perlu dilakukan untuk menanam bibit tabulampot ke dalam wadah:

  1. Siapkan bahan media tanam yang terdiri atas campuran 1:1:1 antara tanah, pupuk kompos (pupuk kandang) dan arang sekam (sekam mentah). bersihkan (ayak) bahan-bahan tersebut hingga teksturnya lebih lembut. kemudian campur hingga merata.
  2. Siapkan wadah atau pot untuk tanaman. sesuaikan ukuran pot dengan ukuran tanaman. idealnya dimulai dari ukuran pot yang paling kecil. jika tanaman semakin tumbuh membesar, bisa dilakukan penggantian pot sekaligus peremajaan media tanam.
  3. Letakkan pecahan genteng dan ijuk atau sabut kelapa di dasar pot. masing-masing satu lapis.
  4. Isi wadah dengan media tanam yang sudah disiapkan sebelumnya sampai setengah pot terisi.
  5. Pangkas sebagian daun atau batang sekunder tanaman untuk mengurangi penguapan.
  6. Buka polybag dan letakkan bibit tepat ditengah-tengah pot. kemudian timbun bibit hingga pangkal batang.
  7. Tekan dan padatkan media tanam di sekitar pangkal batang tanaman. hal ini berguna agar tanaman tertopang dengan kuat pada media tanam.
  8. Siram dengan air secukupnya dan tempatkan tabulampot di tempat yang teduh agar beradaptasi dengan lingkungan tumbuh yang baru. siram tabulampot setiap hari (pagi/sore)
  9. Setelah 1 minggu, baru tanaman dapat dipindahkan di tempat yang terbuka untuk mendapat penyinaran matahari yang baik.


  • Perawatan 

        Perawatan  hasil yang maksimal, tabulampot harus diletakkan di tempat terbuka sehingga mendapat sinar matahari yang cukup. penyiraman dilakukan setiap hari dimusim kemarau. bisa pagi atau sore hari. dimusim penghujan, penyiraman dilakukan apabila media tanam terlihat kering. penyiraman yang berlebihan tidak akan membuat tanaman subur namun sebaliknya justru akan menjadi sebab timbulnya penyakit pada daun atau batang dan busuk akar. penyiraman bisa menggunakan media tembor atau selang air.

  • Pemupukan 

    Media tabulampot memiliki cadangan nutrisi yang terbatas. oleh karena itu pemupukan menjadi hal yang sangat vital. pemupukan pertama dilakukan satu bulan setelah tanam. selanjutnya dilakukan setiap 3-4 bulan sekali. sebaiknya, pupuk yang digunakan adalah pupuk organic seperti pupuk kompos, pupuk kandang atau poc (pupuk organik cair). meski kandungan unsur haranya tidak seakurat dan selengkap pupuk kimia

  • Pemangkasan

    Terdapat tiga tujuan pemangkasan tabulampot yaitu pemangkasan bentuk, pemangkasan produksi dan pemangkasan peremajaan.

  • Pengendalian hama dan penyakit

    Kebersihan media tanam dan lokasi tumbuh tabulampot merupakan tindakan pencegahan yang utama dari serangan hama dan penyakit. namun jika tanaman anda sudah terlanjur terkena hama atau penyakit maka ada baiknya memberikan pestisida organic yang dapat anda buat sendiri.

  • Pergantian media tanam dan pot (repotting)

pergantian media tanam dalam tabulampot tidak hanya berfungsi memindahkan tanaman pada pot yang lebih besar saja




Sumber : Cybex.pertanian.go.id.2019. http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/74818/tehnik-budidaya-tabulampot--tanamaan-buah-dalam-pot-/. Diakses pada 26 Oktober 2021.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Christmas and New Year_Menjadi Ciptaan Baru di Natal dan Tahun Baru

SEMINAR UKK 2024_CINTA, SEKS, DAN DATTING

Kekuatan Iman di Tengah Pencobaan_Iman di Tengah Tragedi