Bertumbuh dalam Persekutuan [Renungan Mingguan Bulan Desember]
Renungan
Mingguan Blog UKK
Live
Like Christ
“Bertumbuh
dalam Persekutuan”
Senin,
20 Desember 2021
Ibrani 10:19-27
Di dalam dunia modern dan serba online ini, masih
pentingkah persekutuan atau kebaktian? Yang kita tahu, sekarang banyak pilihan
untuk memuji Tuhan dan mendengarkan khotbah tanpa harus mengikuti persekutuan
atau kebaktian. Kita bisa memilih pujian yang ingin kita nyanyikan. Kita bisa
menyanyi di mana saja. Bahkan di tempat karaoke pun tersedia nyanyian rohani.
Lewat HP, kita juga bisa menyanyi. Musik sudah tersedia, dan bahkan kita bisa
rekaman serta bisa menyanyi dengan penyanyi aslinya. Khotbah, kita bisa memilih
topik atau tema yang kita sukai. Kita bisa mendengarkan khotbah di mana saja
dan sambil apa saja. Tidak perlu menunggu terlalu lama atau datang ke tempat
yang jauh untuk mendengar khotbah dari pendeta yang sangat terkenal sekalipun.
Tetapi pola dan rutinitasnya tidak teratur, padahal dalam beberapa hal,
rutinitas itu sangat penting.
Melalui ayat yang sudah kita baca, kita sebagai
orang yang percaya kepada Yesus mendapatkan kesempatan yang sangat indah
dibandingkan dengan orang-orang Israel zaman dulu. Ketika mereka mau menyembah
Tuhan, mereka hanya bisa sampai di pelataran saja. Tetapi kita, bisa
berhubungan langsung dengan Yesus tanpa melewati imam atau orang lain (ayat
19-20). Karena setiap orang yang percaya kepada Yesus adalah imamat yang rajani
(1 Petrus 2:9) yang diberi tugas untuk memberitakan perbuatan-perbuatan besar
dari Yesus. Kita dikumpulkan dalam satu kumpulan orang-orang yang sudah
dipanggil keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib (hidup berjemaat).
Saat ini banyak tantangan orang mau datang
kebaktian. Itulah yang menyebabkan gereja-gereja di Eropa sudah banyak yang
kosong. Hal tersebut ternyata tidak hanya terjadi pada saat-saat sekarang ini,
bahkan sejak kitab Ibrani ditulis, hal ini juga terjadi (ayat 25). Ada beberapa
orang yang sudah biasa untuk hadir dalam pertemuan-pertemuan jemaat
(kebaktian). Tetapi Alkitab justru memberikan arahan supaya orang percaya tetap
bersekutu, bahkan harus semakin giat menjelang hari Tuhan yang mendekat.
Persekutuan dan kebaktian bersama sangat penting,
karena pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial, makhluk yang tidak bisa
hidup tanpa orang lain. Kehadiran dan kebersamaan seseorang sangat penting. Ada
banyak perkumpulan dan persekutuan di dunia ini. Tetapi persekutuan yang
penting adalah persekutuan di dalam Tuhan (Matius 18:20). Walaupun sekarang ada
gereja internet atau gereja online, persekutuan tetap penting. Orang bisa
saling mengenal dan menasihati dengan baik jika bertemu (Ams 27:17, BIMK:
sebagaimana baja mengasah baja, begitu pula manusia belajar dari sesamanya).
Kekristenan tidak akan berjalan dengan baik kalau orang percaya tidak pernah
berbaur dengan orang lain. Karena iman harus diuji oleh situasi dan orang lain,
sehingga nyatalah iman kita.
Bisakah kamu membayangkan jika tidak ada
persekutuan / perkumpulan? Tentunya semua orang akan mementingkan
kepentingannya sendiri. Kalau kita tidak bersekutu dan kebaktian, tentunya jiwa
kita akan mudah goyah dan pada akhirnya kita tidak akan bisa menjalankan amanat
agung dari Tuhan untuk memberitakan Injil.
Kita masih bersekutu sampai saat ini dan bisa
saling mendoakan serta menguatkan karena kita mengikuti apa yang dilakukan oleh
gereja mula-mula. Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam
persekutuan. Mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa (Kis
2:42). Karena itu, kehadiran kita dalam gereja harus menjadi kebiasaan yang
baik dalam kehidupan orang percaya. Kehadiran di gereja bukan “persyaratan”
atau “kewajiban” bagi orang Kristen, tetapi “kerinduan” untuk berbakti kepada
Tuhan, memuji Tuhan, menerima firman-Nya dan bersekutu dengan orang percaya
lainnya.
Selamat bersekutu dan berbakti, Tuhan Yesus
memberkati, Maranatha!
Komentar
Posting Komentar