Pertobatan Awal Mula Segalanya [Renungan Mingguan Bulan Desember]
Renungan Mingguan Blog UKK
Live Like Christ
“Pertobatan Awal Mula Segalanya”
Senin, 6 Desember 2021
Nats:
1Yohanes 3:22 – 4:6, Mazmur 2:7-8 ,10-11; Matius 4:12-17, 23-25
Tujuan hidup bagi seorang kristiani adalah
memiliki kedekatan yang intim dengan Allah yang berdiam dalam hati kita. Untuk
itu setiap orang harus dengan ketetapan hati mengolah hidupnya dengan
kedisiplinan yang tinggi. Siap untuk mengikuti pribadi Yesus adalah tuntutan
mutlak bagi seorang kristiani. Sebab mengolah hidup dengan disiplin tinggi pun
telah dilakukan oleh Yesus sebelum memulai karya-Nya. Dengan berpuasa selama
empat puluh hari. Maka sebagai bentuk pemurnian hati, kita perlu mengajak
sesama untuk bertobat dan masuk dalam kerajaan-Nya.
Yesus melalui Injil hari ini pun, mengajak
kita untuk bertobat. Terlebih dahulu dengan perubahan cara hidup. Perubahan
cara hidup ini mempunyai arti bahwa kita harus berbalik kepada Tuhan dan
kehendak-Nya. Ini berarti Tuhan tidak hanya meminta agar Ia dipuji-puji dengan
doa-doa serta nyanyian saja. Tetapi agar setiap manusia bertanggung jawab
kepada Tuhan dan mau mengakui bahwa setiap tindakan yang tidak sesuai dengan
kehendaknya akan menimbulkan dosa. Maka bertobat itu berarti meluruskan kembali
jalan hidup menuju kepada Tuhan yang adalah dasar kehidupan kita.
Kita akan memiliki hubungan yang intim
dengan Allah atau tinggal dalam kerajaan Allah bila kita memiliki sikap tobat.
Menjalankan kehidupan rohani dengan disiplin yang tinggi. Sikap itu itu
diperlukan agar kita benar-benar dipimpin oleh Roh kudus, bukan Roh lain.
Sebagaimana dikatakan dalam bacaan pertama, bahwa “Janganlah percaya akan
setiap roh, tetapi ujilah roh-roh, apakah mereka berasal dari Allah”. Sebab
hanya Roh Allah yang mampu menuntun kita kepada kebenaran. Roh itu ada dalam
hati yang murni sebagai buah dari pertobatan.
Roh Allah adalah kekuatan Allah sendiri
yang bekerja dalam diri kita. Roh itu membawa pembaharuan, perubahan dan
akhirnya menggerakkan orang untuk berani bersaksi. Kalau dalam hati kita masih
ada Roh Allah, maka kita akan mau untuk mengikuti pribadi Yesus dan siap
mewartakan Kerajaan Allah. Dan cara untuk membangun kerajaan Allah di dunia ini
seperti yang diwartakan oleh Yesus adalah dengan bertobat. Itu berarti
kehidupan berdasarkan Kerajaan Allah, harus didasarkan pada sikap pertobatan.
Maka sebagai pengikut Kristus yang setia, bertobatlah sebab melaluinya, kelak
kita dapat masuk dalam Kerajaan Allah.
(Fr.
Paskalis Jaftoran)
“Bertobatlah,
sebab Kerajaan Surga sudah dekat!” (Mat. 4:17).
Komentar
Posting Komentar