KNOWING THE & SHARE THE TRUTH : JEHOVA NISSI
KNOWING & SHARE THE TRUTH
Tema Renungan Bulan
Februri 2022
Senin, 14 Februari 2022
JEHOVAH NISSI
(Tuhan
adalah Panjiku)
Nats : Keluaran 17: 8-16
| Jehovah Nissi.
Bangsa Amalek adalah keturunan Esau, yang
sangat membenci Yakub karena hak kesulungan dan berkat. Perhatikan bangsa Amalek adalah bangsa terlatih berperang, mereka umumnya bekerja sebagai pemburu
dan mungkin perampok, Sementara bangsa Israel adalah bangsa yang sepanjang
hidupnya adalah budak, memegang cangkul, palu, atau mengangkat batu, suka
bersungut-sungut, tidak disiplin, tidak punya senjata bagus. Mereka baru saja
lepas dari peperangan antara bangsa Mesir dan mereka menang tanpa pertempuran
(bahkan bisa dibilang tidak punya pengalaman perang). Jadi secara
hitung-hitungan, peperangan antara Israel melawan Amalek pastilah dimenangkan
oleh bangsa Amalek.
Namun perhatikan apa yang terjadi pada saat
bangsa Israel diserang. Yang pertama, Musa memilih Yosua menjadi panglima
tertinggi untuk berperang. Dulu waktu peperangan melawan bangsa Mesir, Allah
sendiri langsung turun tangan, mengapa sekarang Tuhan tidak juga langsung yang
berperang melawan Amalek? cara Tuhan bekerja tidak cuma satu, namun Tuhan bisa
memakai banyak cara untuk memberikan kemenangan, dan kini dia memberikan
kemenangan dengan cara berperang membela diri sendiri. Supaya bangsa Israel
juga bisa belajar dari pengalaman iman mereka.
Lalu apa tugas Musa?
Ayat 9, aku akan berdiri di puncak bukit itu
dengan memegang tongkat Allah di tanganku. Sebagai catatan: Di jaman dulu,
orang-orang berdoa dengan cara mengangkat tangan. Jadi Yosua berperang, dan
Musa berdoa. Musa naik ke atas puncak bukit supaya bisa dilihat oleh orang
Israel. Disana Musa mengangkat tongkat Allah dengan tangan terangkat. Tongkat
pembuat mujizat, yang telah memerintahkan tulah-tulah Mesir, dan membawa bangsa
Israel berjalan keluar dari perbudakan. Tongkat yang diacungkan untuk membelah
laut merah, mengeluarkan air (ya itu tongkat Allah). Tongkat ini diangkat untuk
memberikan semangat kepada bangsa Israel.
Tongkat itu diangkat sebagai panji-panji,
sebagai ingatan siapa yang ada dipihak mereka, yaitu Tuhan. Pada waktu kita
mengalami masalah, Seringkali iman/pengharapan kita bisa bertambah besar bila
kita kembali mengingat siapa yang ada di pihak kita (Tuhan) dan renungkan
hal-hal yang telah Tuhan lakukan bagi kita.
Saat perang telah berakhir, dan bangsa Israel
telah menang. Musa kembali memastikan bahwa kemuliaan hanyalah milik Tuhan dan
bukan kepunyaan Yosua atau dirinya. Musa mendirikan sebuah mezbah untuk
memuliakan Tuhan, dan menuliskan tulisan Jehovah Nissi. Tuhanlah panji-panjiku.
Kehadiran dan kuasa Tuhan adalah panji-panji itu, dan kita bersyukur karena
kemenangan itu berasal dari Allah dan sudah sepantasnya yang mendapatkan pujian
juga hanyalah Tuhan saja.
TUHAN YESUS MEMBERKATI!
Amin
BalasHapus