LOVE IN CHRIST : MENENTUKAN PASANGAN HIDUP

 

Tema Renungan Bulan Maret 2022

LOVE IN CHRIST

 

MENENTUKAN PASANGAN HIDUP

Senin, 28 Maret 2022

Nats     : Matius 19:12, Kejadian 2 : 15-28 ,  Efesus 5:31-32 

Matius 19:12

Tentu saudara sering mendengarkan perkataan ini, jika ia jodohku pasti ia akan menjadi milikku. Namun jika anda tidak berusaha bagaimana ia menjadi jodohmu? Terkandang anak muda zaman sekarang ini terjebak istilah kata Jodoh. Artinya jika dia jodohku pasti ia menjadi kekasihku.

Jodoh itu adalah pilihan pribadi masing-masing. Terkadang kita salah memilih yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Ia tidak menentukan pasangan hidup yang buruk bagimu, melainkan Ia memberikan kebebasan bagi manusia untuk memilih pasangan hidupnya.

Mengapa manusia perlu untuk memiliki pasangan hidup? Karena manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri serta manusia diciptakan berpasang pasangan. Manusia perlu seorang untuk mendapingin dirinya. Langkah awal yang perlu dilakukan untuk menemukan pasangan hidup ialah dapat mengenal siapa dirimu yang sesungguhnya dan mengetahui kekurangan serta kelebihan hidupmu. Anda membutuhkan pasangan hidup yang dapat melengkapi kekurang yang kita miliki. Jadi, carilah pasangan hidup yang dapat saling melengkapi satu dengan yang lainnya.  

Kebahagiaan dirimu dengan pasangan, tergantung dengan pilihan dan keputusanmu. Itulah sebabnya jangan buta cinta waktu anda mau mengenal seseorang. Melainkan kuasailah cinta itu, bukan cinta itu yang mengontrol dan menguasi dirimu. Jatuh cinta itu boleh, tapi kamu harus bisa kendalikan cinta itu. Tujuan dari memilih pasangan hidup adalah agar bahagia dan berkenan kepada Tuhan

Setiap orang memiliki cara yang berbeda untuk memilih pasangan hidupnya. Tidak semua orang memiliki cara yang sama dalam memilih pasangan hidupnya. Namun kebanyakan orang salah memilih pasangan hidupnya. Salah pilih pasangan yang mengakibatkan putus cinta yang membuat sakit hati, kepahitan, trauma, dll. Salah pilih pasangan yang akhirnya ketika menikah, bagaikan neraka di dunia. Sembarangan bergaul / ‘berpacaran’ dengan cara yang salah sehingga jatuh dalam dosa percabulan bahkan perzinahan. Bagaimana cara mengatasi masalah tersebut adalah kembali kepada pengajaran firman Tuhan. Berikut ini langkah-langkah untuk memilih pasangan hidup yang sesuai dengan kata Alkitab antara lain:

Memilih Pasangan Hidup Yang Seiman, Sevisi, dan Seimbang 

Pasangan hidup sesuai dengan standar Allah (2 Korintus 6:14-15)

Harus seiman, sevisi. Allah memiliki suatu standar khusus dalam memilih pasangan hidup Pasangan hidup haruslah seiman, seimbang, sepadan dan sevisi. 

a)     Seiman.

Alkitab melarang dengan keras kita memilih pasangan di luar Kristus karena terang tidak bisa bersatu dengan gelap. Tidak ada istilah spekulasi dalam hal ini. Kita tidak dapat seolah-olah bersifat seperti seorang ‘pahlawan’ yang akan menobatkan pasangan kita

b)     Seimbang

bukan berarti bahwa segalanya harus sama, tetapi seimbang berarti kita dapat mengikuti jalan pikiran dan tindakan pasangan kita. Contoh yang tidak seimbang. Yang laki sangat pintar, lulusan S3, sedangkan yang perempuan lulusan SD, maka kedua orang ini akan sulit berkomunikasi. Sebenarnya kekayaan, kedudukan, kepandaian, suku dan lain-lain tidak menghalangi kita, dan bukan merupakan syarat utama, tetapi akan menjadi masalah apabila tidak dibicarakan dan diatasi sejak awal. Yang penting di sini adalah seimbang dalam jalan pikiran dan tingkat kerohanian (sama-sama bisa melayani dan menggenapi rencana Tuhan dalam hidup mereka)

c)      Sevisi

Berarti kita memiliki visi yang sama dengan pasangan kita. Visi yang sama tidak berarti melayani atau memiliki panggilan dalam bidang yang sama, tetapi bersifat saling mendukung untuk mendukung suatu visi yang dapat dicapai dengan kerjasama di antara mereka. Contoh: yang laki seorang penginjil, yang perempuan seorang pendoa yang bersama-sama bekerja untuk memenangkan jiwa-jiwa.

Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam pergaulan pria dan wanita:

Janganlah berusaha mencari-cari pasangan. Adam diberi pasangan oleh Allah ketika ia masih tidur. Allah yang memiliki rencana dalam pernikahan. Hubungan pria – wanita adalah inisiatif dari Allah sendiri. Allah yang lebih bingung memberikan pasangan kepada kita daripada diri kita sendiri. Allah yang menggandeng tangan kita untuk mendapatkan pasangan, bukan kita yang menggandeng/menyeret tangan Tuhan untuk mendapatkan pasangan yang kita inginkan. Jadi percayalah kepada Tuhan, Tuhan pasti berikan yang terbaik (Kejadian 2:21). Walaupun kita berdiam, tetapi kita juga tidak boleh menjadi orang yang kuper (kurang pergaulan). Kita tetap memiliki banyak teman pria dan wanita. Jangan menutup hati kita. Pria dan wanita juga harus menjaga penampilan, merawat tubuh yang Tuhan berikan kepada kita karena tubuh kita adalah bait suci. (1 Korintus 3:16). Apabila kita yang telah memenuhi syarat pria sejati dan wanita bijak, maka ketika kita mulai menyukai seseorang, mulailah berdoa kepada Tuhan apakah dia adalah pasangan dari Tuhan. Kita perlu berkonsultasi dengan pemimpin kelompok sel atau gembala untuk membantu mendoakannya. Sebelum mendapat jawaban yang jelas, jangan mengambil langkah terlebih dahulu. Tetaplah berteman atau bersahabat seperti biasa tanpa bersikap ekstrim dan bersifat eksklusif. Peneguhan akan kita dapatkan dari teman-teman rohani dan gembala kita yang rohaninya dapat dipertanggungjawabkan. Gembala dapat membantu hubungan ini dengan sifat yang netral. Selama masa mendoakan, kita dapat menyelami pribadi masing-masing. Tunjukkan semua kelebihan dan kelemahan kita. Bukan hanya kelebihan kita saja. Pada saat ini kita harus mulai berpikir jauh ke depan, apakah kita bisa hidup bersama dengan orang ini dengan segala kelemahan dan kelebihannya? Mulai kita telusuri visi dan tujuan hidupnya, panggilannya, apakah bisa sejalan dengan visi kita? Yang jelas, visi kita dengan orang itu harus bisa saling mendukung. Karena pasangan yang dari Tuhan pasti Tuhan berikan untuk menggenapi rencana Tuhan, jadi tidak mungkin saling berlawanan tujuan. Pasangan yang dari Tuhan pasti akan membuat kita semakin dekat dengan Tuhan, bukan malah membuat kita mundur. Dalam masa mendoakan, lakukanlah pengujian jarak dan waktu. Agar hati kita bisa netral di dalam doa, kita tidak boleh selalu berdua, telpon, sms atau bertemu dengan dia.  Percayalah, kalau dia pasangan dari Tuhan, semuanya akan diatur oleh-Nya. Jangan takut kehilangan. Belajar berserah kepada Tuhan. Ingat, Tuhan yang memiliki inisiatif pernikahan. Pasangan yang dari Tuhan selalu dikonfirmasi oleh kedua belah pihak. Apabila bertepuk sebelah tangan, jangan nekat memaksa, itu bukan dari Tuhan!!!! Setelah itu, mulailah mengenal keluarga masing-masing untuk mendapat persetujuan. Lakukan doa dari kedua belah pihak dan mulailah berkomitmen untuk menjalin suatu hubungan (kita tidak menggunakan istilah pacaran/jadian di sini) dengan suatu hubungan yang kudus dari Tuhan, tanpa hawa nafsu yang menyesatkan. Layani Tuhan bersama sesuai dengan visi yang Tuhan berikan. Pada waktunya Tuhan, lakukan pertunangan dan pernikahan

Semoga renungan ini membantu!!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEMINAR UKK 2024_CINTA, SEKS, DAN DATTING

Christmas and New Year_Menjadi Ciptaan Baru di Natal dan Tahun Baru