FINISH THE RACE_FINISH YOUR RACE
FINISH THE RACE
Tema Renungan Bulan April 2022
Senin, 25
April 2022
Finish Your Race
Selesaikan Balapanmu (Perjalanamu)

Ibrani 12:1
Marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu
merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan
bagi kita.
Lari pagi dan lomba lari tentu saja berbeda, walaupun sama-sama
berlari. Semua orang bisa lari pagi, tapi tidak semua orang sanggup mengikuti
lomba lari. Seorang atlit lari tidak hanya dilatih untuk bisa lari secepatnya
saja, tapi mereka akan ditempa agar bisa berlari dengan benar agar tak cedera,
punya stamina yang kuat sehingga tidak kehabisan tenaga di tengah lomba, punya
fokus untuk memacu diri memenangkan loimba dan tentu saja bisa berlari lebih
cepat dari yang lain.
Kita tidak tahu bagaimana latihan bagi pelari di zaman Alkitab.
Namun, bukan tanpa alasan jika Paulus dan penulis kitab Ibrani sama-sama
memakai gambaran seorang pelari untuk melukiskan kehidupan iman orang percaya. Baik penulis
kitab Ibrani maupun Paulus menyatakan bahwa syarat pelari dapat memenangkan
lomba adalah menanggalkan beban, memiliki ketekunan, melatih dan menguasai
diri, dan fokus kepada tujuan yaitu menyelesaikan lomba dengan kemenangan.
Demikian juga kita! Beban yang harus ditanggalkan adalah kebiasaan
dosa. Untuk itu, kita harus melatih dan menguasai diri agar tidak sampai jatuh
ke dalam jerat dosa. Caranya adalah dengan fokus pada janji dan ketetapan
Tuhan. Untuk bisa melakukan semua itu, kita butuh ketekunan. Ini
bicara tentang bertahan dalam ujian, tekun disiplin dan melatih diri agar hidup
kita berkenan, tekun juga dalam fokus kepada tujuan. Ya, hidup adalah ibarat
satu pertandingan. Tujuannya bukan mengalahkan orang lain, melainkan untuk
mengalahkan diri kita sendiri, yaitu menguasai diri dari dosa, keinginan dunia,
hingga kekuatiran, untuk kemudian menundukkannya dalam iman kepada Allah.
Pertandingan iman ini memang tidak mudah.
Mungkin banyak di antara kita yang sering terjebak dalam godaan
dosa. Mungkin juga di antara kita bahkan ada yang menjadi terpuruk karena
kegagalan tersebut. Tapi hari ini firman Tuhan berkata untuk tidak menyerah.
Selama kita masih hidup, masih ada kesempatan untuk bertobat. Masih ada
kesempatan untuk kita bangkit kembali dan memulai lagi menjalani hidup dengan
lebih waspada dan lebih berhikmat. Lupakan yang telah berlalu, arahkan
kembali pandangan kita ke depan, yaitu kepada mahkota yang Tuhan berikan bagi
mereka yang tetap setia dan bertahan dalam iman!
Komentar
Posting Komentar