Sebab dan Akibat dari Erosi Tanah, dan Bagaimana Mencegahnya
Pengetahuan dan Informasi bulanan Blog UKK
"Sebab dan Akibat dari Erosi Tanah, dan Bagaimana Mencegahnya "

Erosi tanah adalah
musuh pertanian: salah satu ancaman lingkungan terbesar terhadap keberlanjutan
dan produktivitas yang dapat memperparah pada krisis iklim dan mengancam
ketahanan pangan. Kondisi ini terutama dirasakan di tempat-tempat dengan risiko
erosi tertinggi, seperti daerah aliran sungai Indonesia, India, Filipina dan
negara lainnya.
Di daerah-daerah
ini, aksi perlindungan terhadap erosi tanah melalui pengelolaan tanah secara
berkelanjutan dapat menjadi solusi atas berbagai permasalahan yang ada. Alasan
Erosi tanah jadi masalah yang besar yaitu , Tanah mungkin terlihat seperti
sumber daya alam yang tidak terbatas dengan tingkat ketahanan yang tinggi.
Kenyataannya,
tanah sangatlah rapuh karena proses pembentukannya memakan ribuan tahun. Tanah
lapisan atas yang paling dekat dengan permukaan mengandung nutrisi yang penting
bagi tanaman. Lapisan tanah inilah yang terancam erosi akibat pergerakan angin
dan air. Erosi tanah memengaruhi perubahan iklim dengan menurunkan kualitas
tanah, sehingga kapasitas tanamnya semakin rendah. Padahal, tanaman adalah
penyerap karbon dioksida yang menjadi penyebab pemanasan iklim. Tanah sendiri
dalam setahun mampu menyerap gas rumah kaca (GRK) setara dengan 5 persen dari
total emisi GRK tahunan dari aktivitas manusia.
Dampak dari erosi
tanah yaitu, mengurangi kesuburan tanah,
sehingga dapat berdampak buruk pada hasil panen. Erosi juga mengalirkan air
yang mengandung tanah ke hilir, sehingga menumpuk lapisan sedimen tebal yang
dapat menyumbat aliran air di kali dan sungai, yang pada akhirnya dapat
menyebabkan banjir. Contohnya bencana banjir
yang mematikan di Jakarta awal tahun ini. Erosi tanah bukanlah hanya sebuah
permasalahan lingkungan, tetapi juga menyebabkan kerugian besar bagi
perekonomian. Beberapa solusi yang dapat diterapkan untuk mencegah erosi tanah
yaitu:
1.
Terapkan Praktik Pertanian yang Ramah Tanah
2.
Tawarkan Insentif untuk Pengelolaan Tanah
3.
Pencegahan dan Rehabilitasi
Komentar
Posting Komentar