FINISH THE RACE_TRYING TO CONTROL MYSELF

FINISH THE RACE

Tema Renungan Bulan April 2022

 

 

Senin, 4 April 2022

Trying to Control Myself

(Mencoba Mengendalikan Diri)

Mazmur 32 : 9

Janganlah kamu seperti kuda atau bagal yang tidak berakal, yang kegarangannya harus dikendalikan dengan tali les dan kekang, kalau tidak, ia tidak akan mendekati engkau.

 

Apakah benar sesuatu yang tidak dapat dikendalikan akan hancur? Bukankah terlalu sering kita mendengar peristiwa kecelakaan yang terjadi pada mobil yang tidak dapat dikendalikan? Mobil formula yang punya power amat besar akan tetap aman selama bisa dikendalikan dengan baik, tapi mobil dengan power kecil tetap bisa menyebabkan kecelakaan jika pengemudinya tidak bisa mengendalikannya dengan benar. Jika nafsu makan kita tidak dapat dikendalikan, kita akan membayarnya dengan kesehatan kita dan itu harga yang sangat mahal. Jika keinginan belanja kita tidak terkendalikan, maka keuangan kita yang hancur berantakan. Ketika kita tidak dapat mengendalikan perkataan kita, kita akan mudah terkena masalah.

Demikian halnya dengan hidup kita. Jika kita tidak dapat dikendalikan oleh Tuhan, maka hidup kita akan hancur. Tidak dapat dikendalikan Tuhan bukan dalam arti Tuhan tidak sanggup, tapi kita sendiri yang tidak bersedia diatur Tuhan. Jika seekor kuda mau dikendalikan oleh jokinya, maka sekalipun harus melewati banyak rintangan, kuda itu bisa melompat dengan aman. Sebaliknya jika seekor kuda tidak mau dikendalikan oleh penunggangnya, mau dalam kondisi amanpun, la tetap menendang-nendang tak karuan, yang bisa berakibat fatal bagi kuda Itu sendiri, Pemazmur mengingat kita, "Janganlah seperti kuda atau bagal yang tidak berakal, yang kegarangannya harus dikendalikan dengan tali les dan kekang" (ay.9).

Hiduplah dalam tuntunan Tuhan dan jadilah pribadi yang bersedia dikendalikan oleh Tuhan. Semakin kita taat dengan Tuhan, semakin mudah bagi Tuhan untuk menuntun kita di jalanNya sehingga rencanaNya yang indah juga semakin cepat tergenapi dalam hidup kita. Sebaliknya, jika kita mengambil jalan kita sendiri, semakin kita menjauh dari rencana Tuhan. Yang terjadi selanjutnya adalah kita harus bayar harganya, yaltu harus berputar-putar di tengah padang gurun kehidupan. Kitai saja kita mudah diatur dan dituntun Tuhan, tentu kita tidak perlu mengalami kehidupan yang berputar-putar di padang gurun bukan?

Semoga renungan ini memberkati kita semua!!!

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEMINAR UKK 2024_CINTA, SEKS, DAN DATTING

Christmas and New Year_Menjadi Ciptaan Baru di Natal dan Tahun Baru