Agroforestry

 

Agroforestry






 

Shalom UKKers!

Seperti biasa di minggu terakhir setiap bulan kita akan membahas hal menarik seputar dunia pertanian. Di bulan lalu kita sudah sama-sama belajar tentang sistem pertanian PAKANITIK, nah dikesempatan kali ini kita bakal mempelajari tentang Agroforestry. Yuk kita simak bersama!

Pada umumnya pengelolaan hutan di Indonesia terbagi menjadi dua, yaitu pengelolaan hutan skala besar (large scale forestry) dan pengelolaan hutan skala kecil (small scale forestry). Pengelolaan hutan skala besar merupakan segala proses pengelolaan hutan yang dilakukan oleh pemilik modal untuk mengelola hutan dengan skala besar, sedangkat pengelolaan hutan skala kecil merupakan segala proses pengelolaan hutan yang dilakukan oleh masyarakat untuk mengelola hutan dengan skala kecil.

Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, membagi hutan berdasarkan statusnya menjadi dua, yaitu hutan negara dan hutan hak. Secara definisi pada pasal 1, hutan negara adalah hutan yang berada pada tanah yang tidak dibebani hak atas tanah, sedangkan hutan hak adalah hutan yang berada pada tanah yang dibebani hak atas tanah.

Konsep pengelolaan hutan berbasis masyarakat yang dapat dilakukan adalah dengan hutan rakyat. Salah satu bentuk pengelolaan hutan rakyat oleh masyarakat adalah dengan teknik Agroforestry. Agroforestry adalah sistem usaha tani yang mengkombinasikan antara tanaman pertanian dan tanaman kehutanan untuk meningkatkan keuntungan serta memberikan nilai tambah. Agroforestry sebagai bentuk usaha menumbuhkan dengan sengaja dan mengelola pohon secara bersama-sama dengan tanaman pertanian dalam sistem yang memperhatikan keberkelanjutannya secara ekologi, sosial dan ekonomi.

Secara sederhana agroforestry adalah menanam pohon dalam sistem pertanian. Dalam satu kawasan hutan terdapat pepohonan baik homogen maupun heterogen yang dikombinasikan dengan satu atau lebih jenis tanaman pertanian. Keuntungan yang dapat 5 diperoleh dengan cara ini adalah masyarakat dapat mendapatkan hasil dari lahan hutan tanpa harus menunggu lama tanaman hutan dapat dipanen. Selain itu produktivitas tanaman kehutanan menjadi meningkat karena adanya pasokan unsur hara dan pupuk dari pengolahan tanaman pertanian serta daur ulang sisa tanaman. Hal ini jelas sangat menguntungkan petani karena dapat memperoleh manfaat ganda dari tanaman pertanian dan tanaman kehutanan.

Agroforestry dapat diklasifikasikan menjadi 5 yaitu:

1.     Agrisilviculture (komponen pertanian dan kehutanan)

2.     Silvopature (komponen kehutanan dan peternakan)

3.     Agrosilvopasture (komponen pertanian, kehutanan dan peternakan)

4.     Silvofishery (komponen kehutanan dan perikanan)

5.     Agrosilvofishery (komponen pertanian, kehutanan dan perikanan)

Adapun pola penggunaan ruang dalam sistem agroforestry dapat dibagi menjadi 4 yaitu:

1.     Trees Along Border, yaitu model penanaman pohon di bagian pinggir dan tanaman pertanian berada di tengah lahan.

2.     Alternative Rows, yaitu kombinasi antara satu baris pohon dengan beberapa baris tanaman pertanian secara berselang-seling.

3.   Alternative Strips atau Alley Cropping, yaitu kombinasi dimana dua baris pohon dan tanaman pertanian ditanam secara berselang-seling.

4.     Random Mixture, yaitu pengaturan antara pohon dan tanaman pertanian secara acak.






Agroforestry tentunya memiliki dampak yang cukup besar bagi kehidupan, contoh dampak dibidang ekonomi ialah :

1.     Adanya diversifikasi hasil yaitu hasil non kayu memberi keuntungan berupa pendapatan untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek (mingguan, bulanan, tahunan)

2.     Peningkatan nilai per satuan luas.

3.     Memberi kontribusi dalam penyediaan tenaga kerja bagi masyarakat.

Sedangkan dampak ekologi dari Agroforestry antara lain :

1.     Penutupan lahan yang semakin luas yang efektif mencegah bencana alam.

2.     Siklus hara alami terjamin dengan tersedianya seresah yang cukup.

3.     Membantu sistem perakaran dalam menahan air sehingga proses hidrologi dapat berjalan normal.

4.     Menghasilkan O2 dan mengikat CO2 sehingga pencemaran udara terkendali.

5.     Berkontribusi dalam pelestarian alam.

Bagaimana? Tertarik untuk mendalami bidang pertanian khususnya dengan konsep Agroforestry? Semoga bermanfaat, Selamat beraktivitas Tuhan Yesus memberkati!!

 

 






 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Suroso. (2017). Optimalisasi Lahan Dengan Pola Agroforestry. Penyuluh Kehutanan Madya, 1-8.

Wibowo & Anggraeni. (2007). Pengaruh Pola Tanam Wanatani Terhadap Timbulnya Penyakit dan Produktivias Tanaman Tumpangsari. Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan Tanaman.

Kusumedi, P et. (2010). Sistem Agroforestry Hutan Rakyt dalam Mendukung Pengelolaan DAS Berkelanjutan. Laporan Hasil Penelitian. Balai Kehutanan Solo. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Christmas and New Year_Menjadi Ciptaan Baru di Natal dan Tahun Baru

SEMINAR UKK 2024_CINTA, SEKS, DAN DATTING

Kekuatan Iman di Tengah Pencobaan_Iman di Tengah Tragedi