DOAKU ADALAH NAFAS JIWAKU [ RENUNGAN MINGGUAN BULAN SEPTEMBER]
DOAKU
ADALAH NAFAS JIWAKU
Kita semua pasti sadar bahwa satu-satunya cara kita
berkomunikasi dengan Tuhan adalah dengan berdoa, namun apakah kesadaran itu
sudah membuat kita menjadi orang yang rajin berdoa?
Seperti yang banyak disampaikan oleh pendeta ataupun pengkhotbah dari berbagai gereja, doa merupakan inti jiwa dari hubungan kita dengan Tuhan. Karena itu ketika kita berdoa, kita harus memfokuskan diri pada Tuhan. Berikut ini poin penting yang perlu kita sadari tentang berdoa :
- Saat berdoa, kita perlu memandang Allah sebagai Tuhan, Bapa dan Anak (Juruselamat). Hal ini berarti kita mengakui keagungan dan keberadaannya sebagai Trinitas. Ketika berdoa, sudah seharusnya kita memandang Allah sebagai Bapa. Seperti doa Bapa kami yang diajarkan Tuhan Yesus, ia mengingatkan kita untuk memanggil-Nya Bapa.
- Berdoa dengan tekun. Berulang kali di dalam alkitab, Yesus mengingatkan kita untuk berdoa. Artinya, Tuhan menginginkan kita untuk tekun dalam berdoa. Berdoa bukanlah suatu rutinitas. Berdoa adalah kebutuhan untuk berkomunikasi dengan Tuhan. Kamu bebas menyampaikan apa pun pada Tuhan melalui doa. Tuhan sudah memberi kita waktu untuk menikmati hidup. Maka, luangkanlah waktu sejenak untuk menjalin hubungan berdua saja dengan Tuhan. ( Matius 7: 7 , Markus 11:24 , Roma 12:12 , Mazmur 145 :18)
- Memiliki sikap rendah hati. Seperti apa yang disampaikan Yesus pada para murid, janganlah kita bertindak seperti orang munafik. Seperti yang dilakukan ahli-ahli taurat Yahudi dalam Matius 6:5-6, mereka sengaja menampakkan dirinya saat berdoa panjang untuk menutupi kejahatan. Sebaliknya, coba cek lagi motivasi di balik setiap hal yang kamu lakukan. Jangan sampai kamu berdoa hanya untuk terlihat rohani di depan orang banyak. Justru, Tuhan menghendaki doa yang diawali dan diakhiri dengan kerendahan hati.
- Berdoa dengan hati yang bersih. Saat menghadap Tuhan, Ia menghendaki kita untuk datang dengan hati yang bersih. Kalimat dari doa Bapa Kami, "lepaskanlah kami dari yang jahat" menunjukkan bahwa kita perlu melepas pengampunan. Tuhan sudah terlebih dahulu mengasihi kita, maka kita juga harus mengasihi Dia dan mengasihi orang lain seperti kita mengasihi diri sendiri.
- Berdoa dengan hati yang damai (telah mengampuni orang lain). Firman-Nya yang diajarkan Yesus dalam Injil Matius (Matius 6:14-15), mengingatkan kita untuk mengampuni orang lain sebelum berdoa. Jika kita berdoa pada Tuhan tetapi belum mengampuni, maka Tuhan tidak akan mengampuni kesalahan kita. Jangan lupa untuk meminta hikmat dan pimpinan Roh Kudus saat berdoa.
Ketika kita telah menerapkan 5 poin di atas dan berdoa
dengan hati, maka secara tidak sadar doa yang kita naikkan akan mengarahkan
kita menjadi seorang pencipta kedamaian dibandingkan perpecahan. Doa yang tulus
menuntun hidup kita menjadi tenang.
Lantas bagaimana bisa doa dikatakan sebagai napas jiwa
ketika kita sering lupa untuk berdoa?
Disinilah keajaiban yang Tuhan berikan, meski
terkadang dilupakan, doa akan muncul ketika dibutuhkan karena sejatinya doa
adalah benih kekal dalam setiap jiwa kita. Ketika kita melewatkan waktu doa
kita, akan tiba saat dimana kita berbalik dan mengubah hati kita, entah karena
permasalahan yang timbul ataupun hal lainnya. Karena itu, setiap kita yang
sudah sadar akan napas kehidupan kita dan berani mengubah hati kita harus
memiliki perilaku baik sebagai buah dari doa-doanya.
Semoga renungan kali ini dapat membuka hati kita untuk mulai membangun komunikasi yang lebih intim dengan Tuhan.
Selamat beraktivitas
Semoga sehat selalu
Tuhan Yesus Memberkati ♥️
Komentar
Posting Komentar