Menjadi Murid dan Melakukan Pemuridan [Renungan Mingguan Bulan Desember]
Renungan Mingguan Blog UKK
Live Like Christ
“Menjadi Murid dan
Melakukan Pemuridan”
(Become a Disciple
and Make Discipleship)
Senin, 27 Desember 2021
Pada zaman dulu, para pemuda berorientasi pada tujuan dan mengikuti
siapa pun yang mengilhami mereka. Oleh sebab itu, Yohanes Pembaptis dan
pemimpin agama lainnya juga mempunyai murid-murid. Setiap anak Yahudi yang
berusia 13 tahun telah mempelajari dan menghafalkan sebagian besar kitab
Taurat, beserta segala kitab nabi di dalamnya. Jika anak itu menjadi murid
terbaik dan paling pintar, maka ia akan diterima untuk belajar di sekolah
kerabian. Di sekolah itu, ia akan berada di bawah otoritas gurunya. Jika ia
tidak menjadi kelompok yang teratas di kelasnya, maka ia akan kembali dan
bekerja sebagai seorang gembala, nelayan, tukang kayu atau petani.
Ada
lima ciri khas dari sekolah kerabian pada waktu itu:
1. Murid memilih untuk
menaklukkan diri pada gurunya
2. Murid akan mengingat semua
perkataan gurunya
3. Murid akan mempelajari
bagaimana gurunya melayani
4. Murid akan mencontoh hidup
gurunya
5. Murid dituntut untuk
mencari murid-muridnya sendiri
Jika melihat pada satu sisi tentunya kehidupan seperti di atas berat
untuk dilakukan di zaman sekarang, namun Tuhan Yesus justru menghendaki kita
(murid-Nya) untuk melakukan pemuridan kepada orang yang belum menerima
keselamatan.
Matius 28:18-20
“Yesus mendekati
mereka dan berkata: ‘Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di
bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah
mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan
segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai
kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”
Salah
satu perintah terakhir yang Tuhan Yesus berikan kepada murid-murid-Nya adalah
PEMURIDAN (DISCIPLESHIP). Tuhan Yesus meminta murid-murid-Nya untuk
memberitakan kebenaran Firman Tuhan dan memuridkan orang-orang yang mau
mengikuti jalannya Tuhan. Dan sesungguhnya, perintah ini bukanlah sesuatu yang
hanya diberikan kepada kedua belas murid-Nya saja, melainkan juga kepada setiap
dari kita (murid-murid Tuhan Yesus di zaman ini).
Mungkin
ada yang bertanya-tanya, “Bagaimana sih caranya memuridkan?” kita mengerti
‘memuridkan’ kedengarannya bukanlah sesuatu yang mudah. Namun, kita percaya
setiap dari kita pasti dapat melakukannya. Tuhan Yesus juga yang mengatakan,
“Dan ketahuilah, Aku
menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Matius 28:20).
Kita
percaya Tuhan Yesus lah yang akan memampukan kita semua untuk dapat memuridkan
sesama kita. Maka itu, selama kita punya kerelaan dan keinginan untuk mencoba,
Tuhan Yesus pasti akan memperlengkapi kita dengan apa yang kita butuhkan. Dan kita
percaya artikel ini dapat menjadi salah satu sarana Tuhan dalam memberikan kita
semua hikmat tentang pemuridan. Hal yang perlu kita ingat yakni 3 ‘K’ dalam
memuridkan sesama:
1. KOORDINASI
Jika
kita melihat Alkitab, kita akan menemukan bagaimana Tuhan Yesus terus menerus
memberikan arahan kepada murid-murid-Nya. Ini lah cara memuridkan yang baik,
yaitu kita mengarahkan sesama kita ke jalan yang benar. Kita yang sudah lama
mengikut Tuhan seharusnya mengajarkan kepada sesama kita tentang mengikut
Tuhan. Kita diselamatkan bukan sekedar untuk diselamatkan, melainkan untuk
menjadi saluran keselamatan bagi orang lain. Maka itu, jangan memiliki
Kekristenan yang pasif, melainkan milikilah Kekristenan yang aktif. Marilah
kita bantu arahkan teman-teman kita kepada jalan Tuhan Yesus, agar mereka juga
dapat menikmati berkat yang berasal dari Tuhan di dalam hidup mereka.
2. KESABARAN
Jangan
lupa bahwa semuanya butuh proses. Orang-orang yang kita ceritakan tentang Yesus
belom tentu akan langsung menerima Yesus. Kebanyakan orang kemungkinan akan
menolak arahan dari kita. Namun, janganlah putus asa. Tetap lakukanlah yang
terbaik dan tetap berdoalah untuk mereka. Tugas kita hanyalah untuk menabur
benih, sedangkan pertumbuhan dan hasil akhir berasal dari Tuhan. Tetap
bersabar—Do your best and God will do the rest.
3. KOREKSI
Tuhan
Yesus selalu mengoreksi murid-murid-Nya ketika mereka melakukan kesalahan.
Begitu pula di dalam kita memuridkan sesama. Ketika kita melihat sesama kita
melakukan kesalahan, janganlah kita diam saja; melainkan, kita harus menegurnya
dan kembali mengarahkannya kepada apa yang benar. Namun, berdoalah meminta
hikmat kepada Tuhan sebelum mengoreksi sesama. Mintalah Tuhan menempatkan
kata-kata yang tepat—jangan sampai teguran kita malah menyakiti hati sesama
kita. Kita harus belajar agar dapat mengoreksi dengan nada yang penuh kasih dan
bukan penghakiman.
PENUTUP
Pesan dari
renungan kali ini adalah:
· DISCIPLESHIP bukanlah
tentang memperbesar angka jemaat di dalam gereja kita, melainkan tentang MEMPERBESAR ANGKA PENGIKUT KRISTUS DI DUNIA.
· DISCIPLESHIP adalah tentang
MEMPERKUAT ORANG-ORANG YANG SUDAH
MENGENAL KRISTUS DAN MEMPERKENALKAN KRISTUS KEPADA ORANG-ORANG YANG BELUM
MENGENAL-NYA.
Jadi, sudah
setelah kita menerima Kistus dan telah menjadi murid-Nya, sudah siapkah kita
memuridkan orang lain? Yuk mulai belajar memuridkan! Tuhan Yesus menyertai kita
semua!!
Komentar
Posting Komentar